SELAMAT DATANG & SELAMAT MENIKMATI BLOG INI

Senin, 27 Agustus 2012

POLA KEHIDUPAN MASYARAKAT PADA MASA PRASEJARAH

NOMADEN : Kehidupan yang menetap, masih berpindah dari satu tempat lainnya.
FOOD PRODUCING : Sudah mampu menghasilkan makanan sendiri, misalnya dengan berladang.
FOOD GATHERING : Cara hidup yang masih mengumpulkan makanan langsung dari alam .
SEDENTER : hidup yang telah menetap relatif lebih lama, membangun tempat tinggal yang lebih tahan lama dan kokoh.

PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PRASEJARAH

1.       ZAMAN BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN TINGKAT SEDERHANA
CIRI-CIRI ZAMAN INI:
Ø Kegiatan mata pencaharian mereka adalah berburu dan mengumpulkan makanan.
Ø Hidup berkelompok dalam jumlah yang kecil
Ø Hidup berpidah-pidah tempat (nomaden), apabila sumber makanan berkurang
Ø Alat-alat yang di gunakan masih sangat sederhana, terbuat dari potongan batu, kayu, tulang.

2.     ZAMAN BERBURU DAN MEGUMPULKAN MAKANAN TINGKAT LANJUT
CIRI-CIRI ZAMAN INI:
Ø Manusia pada masa ini berburu dengan menggunakan alat berupa kapak batu, tongkat, dan tombak kayu.
Ø Tempat tinggalnya di gua-gua
Ø Hidup berpindah tempat dilakukan jika sumber makanan berkurang
Ø Alat-alat yang digunakan masih berbentuk kasar, terbuat dari tulang, batu, dan  tanduk yang lebih tajam dan tajam.

3.     ZAMAN BERCOCOK TANAM
CIRI-CIRI ZAMAN INI:
Ø Pola kehidupan mulai menetap di dataran rendah secara berkelompok dan sudah memilih pemimpin.
Ø Manusia pada masa ini, sudah mengenal cara bercocok tanam, mengolah tanah, dan memelihara hewan.
Ø Mereka mulai menguasai cara menyimpan makanan dan mengawetkan makanan secara sederhana.
Ø Mereka mengenal system kepercayaan terhadap roh nenek moyang dan kekuatan alam.sistem kepercayaan ini ditunjukkan melalui symbol-simbol gambar.
Ø Alat yang digunakan terbuat dari batu, bahan lainnya yang sudah di asah.

4.    ZAMAN PERUNDAGIAN
CIRI-CIRI
Ø Sudah terbentuk kelompok-kelompok kerja dalam bidang pertukangan.
Ø Adanya status keanggotaan masyarakat yang didasarkan pada tingkat kekayaan.
Ø Sudah mengenal teknik pengolahan logam, sehingga alat-alat upacara, senjata, dan peralatan kerja yang terbuat dari tembaga, perunggu, dan besi.
Ø Mereka sudah membuat perhiasan dari emas


Pembabakan masa prasejarah berdasarkan geologi

Zaman
Kurun Waktu
Ciri Khas Kehidupan
ARKAIKUM
Berlangsung sekitar 2500 juta tahun yang lalu
Kulit bumi masih panas, keadaan bumi belum stabil dan dalam proses pembentukan, belum ada tanda-tanda kehidupan

PALEOZOIKUM
Berlangsung sekitar 340 jta tahun yang lalu
Bumi sudah terbentuk, sudah mulai ada tanda-tanda kehidupan seperti mikro-organisme, ikan, amfibi, dan jumlahnya belum banyak

MESOZOIKUM
Berlangsung sekitar 140 juta tahun yang lalu
Jenis ikan dan reptile sudah banyak, dinosaurus diperkirakan hidup pada zaman ini

NEOZOIKUM
Berlangsung sekitar 60 juta tahun yang lalu sampai kini                        
Terbagi atas dua zaman, yaitu:
      1.      Zaman tersier
Pada zaman ini binatang berukuran besar sudah mulai berkurang, sedangkan monyet dan kera mulai bertambah

     2.      Zaman kuarter yang terbagi atas:
Pleistosen
holosen





 Pembagian zaman berdasarkan arkeologi

Zaman
peneliti
Hasil kebudayaan
Pendukung kebudayaan
PALEOLITHIKUM
M.W.Tweedie (tahun 1935) 
a. kebudayaan pacitan
      ·         Chopper (kapak genggam)
      ·         Kapak perimbas

            b. kebudayaan ngandong
      ·         Alat-alat dari tulang
      ·         Flakes/serpih bilah
Pithecanthropus erectus
MESOLITIKUM
·  Dr.P.V Van stein Callenfels
·  Van hee keren

a.   Kebudayaan pebble
·         Kjokken meddinger (sampah dapur)
·         Pebble (kapak genggam sumatera= sumateralith)
·         Hachecourt (kapak pendek)

b.   Kebudayaan bone
·         Banyak di temukan alat-alat dari tulang
·         Abris sous roche gua tempat tinggal)

Trmasuk golongan ras papua melanozoid
NEOLITIKUM
Von Heine belderm
a.    Kebudayaan kapak persegi
b.   Kebudayaan kapak lonjong

MEGALITIKUM

·     Menhir ( tugu batu untuk pemujaan)
·     Dolmen (meja batu tempat persembahan
·     Sarkofagus (peti mati)
·     Waruga( kubur batu berbentuk kubus)
·     Punden berundak( bangunan yang bentuknya bertingkat)



MANUSIA PURBA DI INDONESIA
zaman
Jenis manusia purba
Tokoh peneliti
Tempat penemuan
Keterangan
Holosen
pleistosen
Homo sapiens
Von Rietschoten


Homo wajakensis
Von Rietshoten lalu diteliti oleh Eugene Dubois
Daerah wajak, tulung Agunhg, 1989
-          Dahi menonjol
-          Berat 30150kg
-          Tinggi 130-210cm
-          Muka dan hidung lebar
Homo Soloensis
Von koeningswald dan F. Weidenrich
Ngandong, lembah Bengawan Solo,1931-1934
Pleistosen tengah (lapisan trinil)
Pithecantropus erectus
Eugene Dubois
Trinil, lembah Bengawan Solo, 1890
-          Ditemukan berupa geraham, tengkorak, dan tulang paha
Plesitosen bawah
Pithecanthropus robustus
Von Koeningswald
Trinil,1939
-          Jenis pithecantropus tertua
-          Volume otak berkisar 750-1300cc
Pithecanthropus mojokertensis
Von koeningswald
Mojokerto,1939
Megantropus paleojavanicus
Von koeningswald
Sangiran, lembah bangawan solo, 1941
-          Fosil paling tua



A. Homo

1. Homo Mojokertensis
 Kaum Homo Mojokertensis (manusia kera dari Mojokerto)
Fosilnya ditemukan di Perning (Mojokerto) Jawa Timur tahun 1936 - 1941.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..

2. Homo Robustus
  
arti dari Robustus itu sendiri adalah manusia kera yang besar dan kuat tubuhnya ditemukan tahun 1936 di Sangiran lembah Sungai Bengawan Solo.Fosil kaum homo yang ini ditemukan Von Koenigswald..

3. Homo Sapiens
  
Jenis kaum homo yang ini telah memiliki bentuk tubuh yang sama dengan manusia sekarang dan juga memiliki sifat seperti manusia sekarang tetapi masih memiliki Kehidupan yang sangat sederhana, dan tentunya hidup mengembara(nomaden). Jenis Kaum Homo sapiens yang ditemukan di Indonesia ada 2 yaitu:
- homo Soloensis
- homo sapiens wajakensis

  • Homo soloensis
  
Fosil Homo soloensis ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambung Macan, Sragen, oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan Von Koenigswald pada tahun 1931—1933 dari lapisan Pleistosen Atas. Homo Soloensis diperkirakan hidup sekitar 900.000 sampai 300.000 tahun yang lalu.
Volume otaknya mencapai 1300 cc.

Menurut Von Koenigswald makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Diperkirakan makhluk ini merupakan evolusi dan Pithecanthropus Mojokertensis. Oleh sebagian ahli, Homo Soloensis digolongkan dengan Homo Neanderthalensis yang merupakan manusia purba jenis Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika berasal dari lapisan Pleistosen Atas.

  • Homo Wajakensis
  
Fosil Homo wajakensis ditemukan oleh Van Riestchoten pada tahun 1889 di desa Wajak, Tulungagung. Fosil ini kemudian diteliti oleh Eugene Dubois. Temuan fosil ini merupakan temuan fosil manusia purba pertama yang dilaporkan berasal dari Indonesia.

Fosil Homo Wajakensis mempunyai tinggi badan sekitar 130—210 cm, dengan berat badan antara 30-150 kg. Volume otaknya mencapai 1300 cc Manusia purba jenis ini hidup antara 40.000 —25.000 tahun yang lalu, pada lapisan Pleistosen Atas. Apabila dibandingkan jenis sebelu mnya, Homo Wajakensis menunjukkan kemajuan.

Makanannya sudah dimasak walaupun masih sangat sederhana. Tengkorak Homo Wajakensis memiliki banyak persamaan dengan tengkorak penduduk asli Australia, Aborigin. Oleh karena itu, Eugene Dubois menduga bahwa Homo WajakensIs termasuk dalam ras Australoide, bernenek moyang Homo Soloensis dan menurunkan bangsa Aborigin. Fosil Homo Wajakensis juga memiliki kesamaan dengan fosil manusia Niah di Serawak Malaysia, manusia Tabon di Palawan, Filipina, dan fosil-fosil Australoid dari Cina Selatan, dan Australia Selatan.


Manusia Purba di Indonesia 
1. Meganthropus Paleojavanicus
  
Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo pada tahun 1936-941. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Meganthropus memiliki badan yang tegap dan rahang yang besar dan kuat. Mereka hidup dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering) makanan mereka utamanya berasal dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Sebagian ahli menganggap bahwa Meganthropus sebenarnya merupakan Pithecanthropus dengan badan yang besar.





2. Pithecanthropus
  
Fosil Pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Fosil Pithecanthropus berasal dari Pleistosen lapisan bawah dan tengah. Mereka hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan Mereka sudah memakan segala,
tetapi makanannya belum dimasak. Pithecanthropus terdiri dari beberapa jenis, yaitu sebagai berikut:






a) Pithecanthropus Mojokertensis
  
Fosil Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan oleh Von Koenigswald di desa Perning, Lembah Bengawan Solo Mojokerto, Jawa Timur pada lapisan Pleistosen Bawah. Temuan tersebut berupa fosil anak-anak berusia sekitar 5 tahun. Makhluk ini diperkirakan hidup sekitar 2,5 sampai 2,25 juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Mojokertensis Berbadan tegap, mukanya menonjol ke depan dengan kening yang tebal dan tulang pipi yang kuat.


b) Pithecanthropus Robustus

Fosil jenis ini ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koenigswald pada tahun 1939 di Trinil, Lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen Bawah. Von Koenigswald menganggap fosil ini sejenis dengan Pithecanthropus Mojokertensis.















c) Pithecanthropus Erectüs
 
Fosil jenis ini ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi, Jawa Timur, pada tahun 1890 berasal dari lapisan Plestosen Tengah. Mereka hidup sekitar satu juta sampai satu setengah juta tahun yang lalu. Pithecanthropus Erectus berjalan tegak dengan badan yang tegap dan alat pengunyah yang kuat. Volume otak Pithecanthropus mencapai 900 cc. Volume otak manusia modern lebih dari 1000 cc, se

1 komentar:

  1. Ass. kak, pola kehidupan masa pra-aksaranya kurang. kebanyakan yang di butuhkan itu selain ini. memang ini juga di butuhkan tetapi ini kurang lengkap kak.
    wa'alaikumsallam, maaf apabila komentar saya kurang berkenan untuk kakak

    BalasHapus