Jumat, 02 Agustus 2013

LETAK ASTRONOMIS DAN GEOGRAFIS

LETAK GEOGRAFIS DAN PENGARUHNYA
Pengertian letak geografis adalah letak suatu negara dilihat dari kenyataan di permukaan bumi. Menurut letak geografisnya Indonesia terletak di antara dua benua, yakni Asia dan Australia, dan di antara dua samudra, yakni Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Letak Indonesia yang diapit dua benua dan berada di antara dua samudra berpengaruh besar terhadap keadaan alam maupun kehidupan penduduk serta mempunyai hubungan terhadap perubahan musim di Indonesia.

















1.    Pengaruh Letak Geografis terhadap Keadaan Alam
Indonesia merupakan negara kepulauan yang merupakan pertemuan dua samudra besar (Samudra Pasifik dan Samudra Hindia) dan diapit daratan luas (Benus Asia dan Australia). Hal itu berpengaruh terhadap kondisi  alam.
a.    Wilayah Indonesia beriklim laut
Dikatakan demikian sebab Indonesia merupakan negara kepulauan, sehingga banyak memperoleh pengaruh angin laut yang mendatangkan banyak hujan.
b.    Indonesia memiliki iklim musim
Yaitu, iklim yang dipengaruhi oleh angin muson yang berhembus setiap 6 bulan sekali berganti arah. Hal ini menyebabkan timbulnya musim kemarau dan musim hujan di Indonesia.
 .
2.    Pengaruh Letak Geografis terhadap Keadaan Penduduk
Karena Indonesia terletak pada posisi silang (cross position) antara dua benua dan dua samudra, maka pengaruhnya bagi kehidupan bangsa Indonesia adalah sebagai berikut :
a) Indonesia banyak dipengaruhi oleh kebudayaan asing, yakni dalam bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama.
b)  Indonesia terletak di antara negara-negara berkembang, sehingga memiliki banyak mitra kerja sama.
c) Lalu lintas perdagangan dan pelayanan di Indonesia cukup ramai, sehingga menunjang perdagangan di Indonesia dan menambah sumber devisa negara.
 .
3.    Pengaruh Letak Geografis, Hubungannya terhadap Perubahan Musim di               Indonesia
Wilayah Indonesia berada di antara 6° LU – 11° LS dan merupakan daerah tropis dengan dua musim yakni musim kemarau dan bergantian setiap enam bulan sekali. Musim kemarau berlangsung antara bulan April sampai Oktober. Adapun musim penghujan berlangsung antara bulanan Oktober sampai April. Terjadinya perubahan musim ini disebabkan oleh terjadinya peredaran semu matahari setiap tahun.
a.    Peredaran Semu Matahari Tahunan
Peredaran semu matahari adalah gerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara 23,5° LU, kembali ke khatulistiwa dan bergeser menuju ke garis lintang balik selatan 23,5° LS dan kembali lagi ke khatulistiwa.
Hal tersebut berpengaruh pada letak tempat terbit dan terbenamnya matahari yang setiap hari tidaklah sama. Setiap hari akan terjadi pergeseran dari letak terbit / terbenamnya di bandingkan letak yang kemarin. Pergeseran ini disebabkan karena proses perputaran bumi mengelilingi matahari (revolusi), sehingga dapat diketahui bahwa yang berubah adalah posisi bumi terhadap matahari.
Akibat dari perputaran bumi yang mengelilingi matahari tersebut, maka mengakibatkan terjadinya pergeseran semu letak terbit / terbenamnya matahari.
Berikut ini letak kedudukan matahari berdasarkan tanggal dan bulan :
-     Tanggal 21 Maret – 21 Juni
Kedudukan matahari antara 0° – 23,5° LU (belahan bumi utara)
-     Tanggal 21 Juni – 23 September
Kedudukan matahari antara 23,5° – 0° LU (belahan bumi utara)
-     Tanggal 23 September – 22 Desember
Kedudukan matahari antara 0° – 23,5° LS (belahan bumi selatan)
-     Tanggal 22 Desember – 21 Maret
Kedudukan matahari antara 23,5° – 0° LS (belahan bumi selatan)
.
b.    Terbentuknya Angin Muson
Perubahan letak terbitnya matahari berpengaruh terhadap intensitas cahaya matahari pada wilayah yang berkaitan langsung dengan tempat lintasan peredaran semu matahari tersebut. Salah satu akibat dari peredaran semu tahunan matahari adalah terjadinya perubahan gerakan angin yang dikenal dengan nama angin muson. Angin muson adalah angin yang bertiup setiap 6 bulan sekali dan selalu berganti arah. Di Indonesia terdapat dua angin muson, yaitu :
-      Angin Muson Barat
Bertiup setiap bulan Oktober sampai Maret, saat kedudukan semu matahari di belahan bumi selatan. hal ini menyebabkan tekanan udara maksimum di Asia dan Tekanan udara minimum di Australia, maka bertiuplah angin dari Asia ke Australia (tekanan tinggi ke rendah). Karena angin melalui Samudra Hindia, maka ngin tersebut mengandung uap air yang banyak, sehingga pada bulan Oktober sampai Maret di Indonesia terjadi musim penghujan.
-      Angin Muson Timur
Bertiup mulai bulan April sampai September, di mana kedudukan semu matahari di belahan bumi utara. Akibatnya tekanan udara di Asia rendah dan tekanan udara di Australia tinggi, sehingga angin bertiup dari Australia ke Asia. Angin tersebut melewati gurun yang luas di Australia, sehingga bersifat kering. Oleh karena itu Indonesia saat itu mengalami musim kemarau.



LETAK ASTRONOMIS DAN PENGARUHNYA

Apabila kita mengamati dengan seksama peta ataupun globe, maka kita akan temukan adanya garis lintang dan garis bujur yang membagi permukaan bumi. Garis lintang merupakan garis-garis yang sejajar dengan garis khatulistiwa yang melintang mengitari bumi sampai daerah kutub. Adapun garis bujur merupakan garis tegak yang berjajar menghubungkan wilayah kutub utara dan kutub selatan. Garis-garis tersebut merupakan garis khayal yang dipergunakan sebagai pedoman untuk menunjukkan posisi suatu daerah di muka bumi.

Letak astronomi adalah letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujurnya. Berdasarkan letak astronomisnya, Indonesia berada di antara  6° LU – 11° LS dan antara 95° BT – 141° BT.



















Wilayah Indonesia paling utara adalah Pulau Weh di Nanggroe Aceh Darussalam yang berada di 6° LU. Wilayah Indonesia paling selatan adalah Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur yang berada pada 11° LS. Wilayah Indonesia paling barat adalah di ujung utara Pulau Sumatra yang berada pada 95° BT. Adapun wilayah Indonesia paling timur di Kota Merauke yang berada pada 141° BT.

Kota Pontianak dijuluki sebagai “Kota Khatulistiwa” karena garis lintang 0° persis berada di Kota Pontianak. Kemudian dibangunlah Tugu Khatulistiwa di Pontianak pada tahun 1928 oleh tim ahli geografi berkebangsaan Belanda.
.
GARIS LINTANG
Garis lintang merupakan garis khayal pada peta atau globe yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Garis khatulistiwa membelah bumi menjadi dua belahan utara dan belahan selatan. Garis khatulistiwa atau garis equator atau garis lini adalah garis lintang 0°. Garis lintang dipergunakan untuk membagi wilayah iklim di bumi yang disebut iklim matahari.
Berdasarkan letak lintangnya, wilayah Indonesia berada di antara 6° LU – 11° LS. Hal ini menyebabkan Indonesia beriklim tropis dengan ciri-ciri :
  1. Memiliki curah hujan yang tinggi.
  2. Memiliki hujan hutan tropis yang luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi.
  3. Menerima penyinaran matahari sepanjang tahun.
  4. Banyak terjadi penguapan sehingga kelembaban udara cukup tinggi.
.
GARIS BUJUR
Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan antara kutub utara dan kutub selatan bumi. Bumi dibagi menjadi 180° garis bujur timur (BT) dan 180° garis bujur barat (BB). perhitungan garis bujur 0° dimulai dari Kota Greenwich dekat Kota London. Garis bujur ini dipergunakan untuk menentukan waktu suatu daerah.
Setiap selisih garis bujur 15° selisih waktunya adalah 1 jam. pergeseran arah ke timur waktu maju, sedangkan ke arah barat adalah waktu mundur.

Letak astronomi Indonesia yang berada di antara 95° BT – 141° BT menjadikan Indonesia memilii tiga daerah waktu, yaitu :
  1. Daerah Waktu Indonesia bagian Barat (WIB), meliputi seluruh Sumatera, Jawa, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Waktu Indonesia Barat memiliki selisih waktu 7 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Team).
  2. Daerah Waktu Indonesia bagian Tengah (WITA), meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Pulau Sulawesi, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia Tengah memiliki selisih waktu 8 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Team).
  3. Daerah Waktu Indonesia bagian Timur (WIT), meliputi Kepulauan Maluku, Papua, dan pulau-pulau kecil sekitarnya. Waktu Indonesia bagian timur memiliki selisih waktu 9 jam lebih awal dari GMT (Greenwich Mean Team).



PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
Keberadaan hujan tropis yang subur merupakan surga bagi aneka satwa, mulai dari berbagai jenis hewan melata, mamalia, aneka ragam serangga sampai pada jenis burung. Beberapa faktor yang mempengaruhi persebaran fauna antara lain:
  1. Faktor bentang alam
  2. Faktor manusia
  3. Faktor iklim, mencakup curah hujan, temperatur udara, angin, dan kelembaban udara.
  4. Faktor tanah
.
PERSEBARAN FAUNA DI INDONESIA
Secara umum fauna di Indonesia dikelompokkan menjadi tiga, yaitu :
1.    Kelompok Fauna Asiatis (Kelompok Barat)
Kelompok ini adalah hewan yang berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Wilayah itu dulu dikenal sebagai Paparan Sunda, yang merupakan bagian dari Benua Asia.Adapun jenis-jenis hewannya antara lain : Badak, Gajah, Rusa, Tapir, Banteng, Kerbau, Kera, Harimau, Babi Hutan, dan sebagainya.
gajah
2.    Kelompok Fauna Australis – Asiatis (Kelompok Tengah)
Kelompok ini merupakan campuran antara fauna Asia dan Australis, meliputi jenis hewan yang berada di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku. Wilayah kelompok tengah dan timur dipisahkan oleh Garis Weber). Contoh jenis fauna ini antara lain : Anoa, Babi Rusa, Komodo, Burung Maleo, Tarsius, dan lain-lain.
komodo
3.    Kelompok Fauna Australis (Kelompok Timur)
Kelompok ini merupakan kelompok hewan yang berada di Paparan Sahul, meliputi wilayah Papua da pulau-pulau kecil disekitarnya. Contoh fauna di wilayah ini antara lain : Kanguru, Walabi, Koala, Burung Cenderawasih, Kakak Tua, Kasuari, dan jenis burung berwarna lainnya.
burung cenderawasih
.
JENIS FAUNA YANG DILINDUNGI DAN UPAYA PELSETARIANNYA
Banyaknya jenis satwa yang menjadi korban perburuan manusia mengakibatkan jumlah populasi hewan tertentu mengalami penurunan secara drastis, sehingga keberadaannya mulai terancam kepunahan. Berdasarkan Peraturan Perlindungan Binatang Liar Nomor 134 dan 266 Tahun 1931, hewan yang dilindungi antara lain : Badak, Tapir, Kambing Hutan, Trenggiling, Kancil, Burung Dara Laut, Bari Rusa, Elang Tikus atau Alap-Alap.

Berdasarkan SK Menteri Pertanian Nomor 421 tahun 1970 dan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 327 tahun 1972, hewan yang dilindungi adalah Harimau Sumatera, Harimau Jawa, Macan Kumbang, Jalak Bali, Burung Gosong, Burung Maleo, Monyet Hitam, Kakak Tua, Rusa Bawean, Kanguru Pohon, Beo Nias, Ikan Pesut, Lumba-Lumba, Musang.

Untuk melindungi hewan tersebut didirikan cagar alam dan suaka margasatwa, antara lain :
Di Pulau Jawa
Cagar alam yang ada di Pulau Jawa, antara lain :
  1. Cagar alam Ujung Kulon melindungi Badak, Banteng, Merak, Rusa, dan Buaya.
  2. Cagar alam Cibodas, Cianjur, sebagai cadangan air karena wilayah tersebut curah hujannya sangat tinggi.
  3. Suaka margasatwa Baluran dan Meru Betiri, Banyuwangi, Jawa Timur, yang melindungi Banteng, Kerbau Liar, Harimau Jawa, dan Rusa.
  4. Cagar alam Pangandaran, yang melindungi Banteng
  5. Cagar alam Gunung Gede, Bogor, yang melindungi Kijang dan Rusa.
  6. Cagar alam Pulau Dua, yang melindungi Burung laut
Di Pulau Sumatera
  1. Suaka margasatwa Gunung Leuser, Aceh Utara, yang melindungi Orang Utan, Badak, Gajah, dan Harimau SUmatera.
  2. Suaka margasatwa Pulau Siberut, Way Kambas, dan Gunung Sakinco, yang melindungi Harimau, Tapir, Beruang, Rusa, Badak dan Gajah Sumatera.
  3. Cagar alam Limbo Pati, Sumatera Barat, yang melindungi tapir dan Siamang.
Di Pulau Kalimantan
Cagar alam dan Suaka margasatwa Tanjung Putting dan Kutai untuk melindungi Orang Utan, Banteng, dan Rusa Sambar.
Di Pulau Nusa Tenggara
Suaka margasatwa di Pulau Komodo dan Pulau Rinca, yang melindungi Komodo, Kerbau Liar, dan Kuda Liar.
Di Pulau SUlawesi
Suaka margasatwa Dumoga Bone dan Gunung Tangkolo di Ujung Utara Minahasa, yang melindungi Anoa, Babi Rusa, dan Kuskus.
Di Maluku
Suaka margasatwa Wae Nua, yang melindungi burung kasuari, dan SUaka margasatwa Pulau Baun di Kepulauan Aru untuk melindungi Burung Cenderawasih.


PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA

Curah hujan yang cukup tinggi di daerah tropis mengakibatkan suburnya berbagai jenis tanaman. Oleh karena itu, daerah tropis dikenal sebagai kawasan hutan belukar yang bukan saja menyimpan potensi kekayaan alam, melainkan berperan sebagai paru-paru dunia.
Beberapa faktor yang yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna, antara lain :
  1. Faktor bentang alam atau relief tanah.
  2. Faktor dari manusia.
  3. Faktor iklim, mencakup curah hujan, temperatur udara, angin, dan kelembaban udara.
  4. Faktor tanah.
.
PERSEBARAN FLORA DI INDONESIA
Beberapa jenis tumbuhan ada yang bersifat endemik, yaitu jenis tumbuhan yang hanya terdapat di Indonesia. Tumbuhan di Indonesia juga menunjukkan gejala caulifora, yaitu adanya bunga dan buah pada batang dan dahan, serta tidak pada pucuknya. Misalnya belimbing, durian, nangka dan duku.
Aneka ragam jenis flora (dunia tumbuhan) bisa dijumpai di dalam hutan. Lalu apakah yang dimaksud dengan hutan itu?
hutan
Menurut UU Pokok Kehutanan No. 5 Tahun 1967, hutan adalah suatu lapangan pertumbuhan pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati, alam lingkungannya dan yang ditetapkan oleh pemerintah sebagai hutan.
.
A.    Jenis hutan berdasarkan iklim, dapat digolongkan sebagai berikut :
1.    Hutan Hujan Tropis
Ciri-ciri dari hutan hujan tropis adalah sebagai berikut : :
a.  Pohonnya berdaun lebar
b.  Daunnya menghijau sepanjang tahun
c.  Terdapat tumbuhan epifit, lumut, palem, dan pohon panjat sejenis rotan
2.    Hutan Musim
Hujan musim terdapat di daerah tropis yang memiliki musim hujan dan kemarau. Adapun ciri-ciri hutan musim adalah sebagai berikut :
a.  Pohonnya jarang
b.  Ketinggian pohon antara 12 – 35 meter
c.  Pada musim kemarau daunnya meranggas dan musim hujan bersemi.
3.    Hutan Sabana atau Savana
Yaitu padang rumput yang diselingi pepohonan perdu. Hutan savana atau sabana banyak terdapat di daerah tropis yang curah hujannya relatif kurang. Di wilayah Indonesia, padang sabana banyak dijumpai di daerah Nusa Tenggara.
4.    Hutan Bakau atau Mangrove
Merupakan hutan khas di daerah pantai tropik. Keberadaan hutan bakau sangat membantu mengamankan pantai dari bahaya abrasi, yakni pengikisan lapisan tanah oleh gelombang laut. kerusakan pantai disebabkan karena menipisnya hutan bakau yang banyak ditebang oleh manusia.
.
B.    Berdasarkan jenis pohon, hutan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.    Hutan Homogen
Yakni hutan yang ditumbuhi hanya satu jenis tumbuhan saja. Misalnya hutan pinus atau hutan jati. Hutan ini dibuat dengan tujuan tertentu, misalnya untuk penghijauan atau untuk industri. Hutan hasil reboisasi pada umumnya termasuk hutan homogen.
2.    Hutan Heterogen
Hutan yang ditumbuhi beranekaragam jenis tumbuhan. Hutan heterogen disebut juga sebagai hutan belukar atau hutan perawan. Misalnya hutan tropis.
.
C.    Berdasarkan fungsinya, hutan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
1.    Hutan Lindung
Yaitu hutan yang berfungsi sebagai penyaringan air ke dalam tanah untuk cadangan air tanah dan menghambat laju perjalanan air di dalam tanah. Hal ini disebut fungsi hidrologis. Mencegah banjir serta melindungi tanah dari erosi.
2.    Hutan Suaka Alam
Yaitu hutan yang berfungsi sebagai pelindung jenis flora dan fauna tertentu. Hutan ini terdiri dari suaka margasatwa dan cagar alam. Misalnya cagar alam Rafflesia Bengkulu untuk melindungi dan menjaga kelestarian Bunga Rafflesia Arnoldi.
3.    Hutan Produksi
Hutan yang berfungsi untuk diambil hasilnya sebagai bahan industri. Misalnya hutan jati, hutan karet, dan lain-lain.
.
D.    Manfaat Hutan
Keberadaan hutan menjadi potensi sumber daya alam yang menguntungkan bagi devisa negara. Di samping itu hutan memiliki aneka fungsi yang berdampak positif terhadap kelangsungan kehidupan manusia.
1.    Manfaat Langsung
Secara langsung hutan menghasilkan berbagai jenis kayu dan non kayu yang berperan penting sebagai bahan produksi.
2.    Manfaat Tidak Langsung
Secara tidak langsung hutan memiliki berbagai fungsi, antara lain :
a.    Fungsi Klimatologi, sebagai penyegar / pembersih udara.
b.    Fungsi Orologis, sebagai penyaring / pembersih air.
c.    Fungsi Strategis, sebagai sarana pertahanan dalam perang.
d.    Fungsi Estetis, untuk keindahan dan sarana rekreasi.
e.    Fungsi Hidrologis, berperan menyimpan air hujan.


PERSEBARAN JENIS TANAH DI INDONESIA
Perbedaan jenis tanah disebabkan karena susunan mineral di dalamnya yang berbeda-beda. Karena tanah berasal dari hasil pelapukan batuan induk (anorganik) yang terbentuk dari bahan-bahan organik tumbuhan dan hewan yang telah membusuk.
contoh tanah gambut
.
BERBAGAI JENIS TANAH DAN PERSEBARANNYA DI INDONESIA
Di negara Indonesia ini, kita memiliki berbagai jenis tanah yang pemanfaatan tiap jenis tanah tersebut berbeda-beda, mari kita lihat pada uraian dibawah ini :
1.    Tanah Gambut
Adalah tanah yang berasal dari bahan organik yang selalu tergenang air (rawa) dan kekurangan unsur hara, sirkulasi udara tidak lancar, proses penghancuran tidak sempurna, kurang baik untuk pertanian. Banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatera Timur dan Papua.
2.    Tanah Mergel
Adalah tanah campuran dari batuan kapur, pasir dan tanah liat yang dikarenakan hujan yang tidak merata. Banyak terdapat dilereng pegunungan dan dataran rendah seperti di Solo, Madiun, Kediri, dan Nusa Tenggara.
3.    Tanah Kapur (renzina)
Adalah tanah yang terbentuk dari bahan induk kapur yang mengalami laterisasi lemah. Banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Tengah, SUlawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Sumatera.
4.    Tanah Endapan atau Tanah Aluvial
Adalah tanah yang terbentuk karena pengendapan batuan induk dan telah mengalami proses pelarutan air. Jenis tanah ini merupakan tanah subur dan banyak terdapat di Jawa bagian utara, Sumatera bagian timur, Kalimantang bagian barat dan selatan.
5.    Tanah Terrarosa
Adalah tanah hasil pelapukan batuan kapur. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah dolina dan merupakan daerah pertanian yang subur. daerah persebarannya meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku dan SUmatera.
6.    Tanah Humus
Adalah tanah hasil pelapukan tumbuhan (bahan organik), berwarna hitam, sangat subur, cocok untuk pertanian. Banyak terdapat di Kalimantan, Sumatera, Sulawesi dan Papua.
7.    Tanah Vulkanis
Adalah tanah hasil pelapukan bahan padat dan bahan cair yang dikeluarkan gunung berapi. Jenis tanah ini sangat subur dan cocok untuk pertanian. Jenis tanah ini banyak terdapat di daerah Jawa, Sumatera, Bali, Lombok, Halmahera, dan Sulawesi
8.    Tanah Padzol
Adalah tanah yang terjadi karena temperatur dan curah hujan yang tinggi, sifatnya mudah basah, dan subur jika terkena air. jenis tanah ini berwarna kuning keabu-abuan dan cocok untuk perkebunan. Banyak terdapat di pegunungan tinggi.
9.    Tanah Laterit
Adalah tanah yang terbentuk karena temperatur dan curah hujan yang tinggi. Namun jenis tanah ini kurang subur dan banyak terdapat di Jawa Timur, Jawa Barat dan Kalimantan Barat.
10.  Tanah Pasir
Adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen yang tidak berstruktur. Jenis tanah ini kurang baik untuk pertanian karena sedikit mengandung bahan organik. Banyak terdapat di pantai barat SUmatera Barat, Jawa Timur, dan SUlawesi.

Adanya berbagai macam jenis tanah tersebut sedikit banyak mempengaruhi jenis tumbuhan yang akan tumbuh pada tanah tersebut, maka secara tidak langsung Indonesia memiliki bermacam-macam jenis tumbuhan dan hutan.

Kamis, 11 Juli 2013

TENAGA ENDOGEN DAN TENAGA EKSOGEN



Keragaman Bentuk Muka Bumi

Bentuk permukaan bumi tidak rata. Ada yang berupa gunung, pegunungan, dan bukit. Adapula yang berupa lembah, daratan tinggi dan daratan rendah. Keadaan itu tidak hanya di daratan. Di dasar laut pun terdapat lembah yang dalam (trog atau palung laut), lubuk laut,gunung laut, punggung laut, dan semacamnya. Perbedaan tinggi rendah permukaan bumi disebut relief. Ilmu yang mempelajari tentang relief permukaan bumi disebut geomorfologi.
  1. Bentuk Muka Bumi (Relief) Daratan
Relief daratan tidak rata, dapat berupa gunung, pegunungan, bukit, daratan rendah, lembah dan lain-lain. Indonesia berelief kasar karena berupa gunung berapi, gunung, pegunungan, bukit, lembah dan dataran rendah. Bentuk permukaan bumi Indonesia yang tidak rata disebabkan oleh tenaga dari dalam bumi yang disebut tenaga endogen dan oleh tenaga dari luar yang disebut tenaga eksogen.

     2. Bentuk Muka bumi (Relief) Lautan

Relief yang terdapat di permukaan dasar laut sangat beraneka ragam, antara lain : Dangkalan (shelf), Palung Laut atau trog, Lubuk laut atau bekken, ambang laut, pesisir, pantai,
dan kedalaman laut.


TENAGA YANG MEMPENGARUHI BENTUK MUKA BUMI

Bentuk muka bumi di daratan dan di lautan dari waktu ke waktu selalu berubah. perubahan itu disebabkan tenaga yang berasal dari dalam bumi maupun tenaga yang berasal dari luar bumi.Tenaga yang berasal dari dalam bumi disebut tenaga endogen sedangkan tenaga yang berasal dari luar bumi disebut tenaga eksogen.


APA YANG DIMAKSUD DENGAN TENAGA ENDOGEN ?
Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini pada umumnya memberikan berbagai bentuk relief kulit bumi dan bersifat membangun. Tenaga atau kekuatan yang berasal dari dalam bumi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :
    a) Epirogenesa
    Ada dua Epirogenesa: 
  • Epirogenesa positif, yaitu gerakan yang mengakibatkan turunnya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat naik.
  • Epirogenesa negatif, yaitu gerakan yang mengakibatkan naiknya lapisan kulit bumi, sehingga permukaan air laut terlihat turun.

b) Orogenesis (Seismic atau Gempa)

Orogenesa adalah pergerakan lempeng tektonis yang sangat cepat dan meliputi wilayah yang sempit. Tektonik Orogenesa biasanya disertai proses pelengkungan (Warping), lipatan (Folding), patahan (Faulting) dan retakan (Jointing).

Serta salah satu contoh hasil Orogenesa adalah deretan Pegunungan Mediterania.

OROGENESIS berdasarkan penyebabnya dibagi menjadi dua, yaitu :
  1. Teknonisme : Pergeseran lempeng bumi
  2. Vulkanisme : Aktivitas gunung berapi
1. TEKTONISME (Pergeseran Lempang Bumi)

Jenis -jenis Patahan (Faulting)

  • Graben atau slenk adalah hasil dari patahan pada kulit bumi yang mengalami depresi dan terletak di antara dua bagian yang lebih tinggi.
  • Sesar atau fault adalah rekahan yang mengalami geser-geseran yang jelas. pergeseran dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai ratusan meter dan panjangnya dapat mencapai beberapa desimeter hingga ribuan meter. sesar dapat terjadi pada segala jenis batuan. akibat terjadinya pergeseran itu, sesar akan mengubah perkembangan topografi, mengontrol air permukaan dan bawah permukaan, merusak stratigrafi batuan dan sebagainya.


TENAGA EKSOGEN

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, yang biasanya bersifat destruktif atau merusak. Tenaga eksogen sangat dipengaruhi oleh bekerjanya faktor air, angin, organisme, dan es. Tenaga eksogen dapat menimbulkan :


1)      Pelapukan


Pelapukan adalah peristiwa penghancuran dan pelepasan material batuan. pelapukan terjadi karena berpengaruhnya faktor, keadaan struktur batuan, iklim, topografi, dan vegetasi. Jika dilihat dari prosesnya pelapukan bisa dibedakan menjadi beberapa macam ;
a)      Pelapukan fisis
Pelapukan fisis, yaitu persitiwa penghancuran dan pelepasan material batuan tanpa mengubah struktur kimia batuan. Pelapukan fisis disebut juga pelapukan mekanik. Pelapukan fisis di sebabkan oleh perubahan suhu secara tiba-tiba, pembekuan air pada celah-celah batuan, dan kegiatanorganisme.
b)      Pelapukan kemis
Pelapukan kemis adalah peristiwa penghancuran masaa batuan yang di sertai dengan perubahan struktur kimia batuan. Peristiwa ini disebut dengan dekomposisi. Pelapukan kemis sering terjadi di daerah tropis yang banyak turun hujan. Berdasarkan faktor penyebabnya, dekomposisi dibedakan menjadi beberapa macam ;
-          Proses oksidasi, jika penyebab dekomposisi adalah oksigen
-          Proses hidrasi, jika penyebab dekomposisi adalah air
-          Proses karbonasi, jika penyebab dekomposisi adalah karbon dioksida atau kalsit
Pelapukan kemis banyak ditemui di daerah kapur dengan bentukan-bentukan muka bumi berupa;
-          Karren, yaitu lubang-lubang di daerah kapur
-          Ponor, yaitu lubang yang berupa doline dan  pipa karst
-          Doline, yaitu lubang yang berbentuk corong
-          Pipa karts, yaitu lubang yang dindingnya dalam dan tegak
-          Uvala, yaitu lubang doline yang besar
-          Polye, yaitu deretan atau kumpulan doline
-          Sungai bawah tanah
-          Gua karst, yang di dalamnya terdapat stalaktitdan stalagmit. Stalaktit adalah endapan karst yang menggantung di atap gua, sedangkan stalagmit adalah endapan karst yang terbentuk di lantai gua.
c)       Pelapukan organis
Pelapukan organis disebut juga dengan pelapukan biologis, adalah peristiwa penghancuran massa batuan yang disebabkan oleh aktivitas makhluk hidup, manusia, hewan, dan tumbuhan.
2)      Erosi
Erosi adalah peristiwa terlepasnya runtuhan batuan yang telah lapuk oleh tenaga pengangkut, misalnya air, angin dan gletser. Dalam peristiwa erosi terdapat tiga proses yang berurutan
-          Proses pengikisan, yaitu pelepasan butir-butir batuan induk
-          Proses transportasi, yaitu pengangkutan material hancuran
-          Proses sedimentasi, yaitu pengendapan material hancuran yang di angkut
Berdasakan tingkat kecepatan proses penghancuran dan pembentukan batuan, erosi ada dua macam, yaitu ;
-          Erosi geologi, jika kecepatan penghancuran dan pembentukan batuan seimbang
-          Erosi tanah, jika kecepatan penghancuran batuan lebih cepat daripada pembentukan batuan
Berdasarkan zat pelarut dalam proses erosi, dibedakan menjadi ;
-          Ablasi, adalah proses yang disebabkan oleh aliran air
-          Abrasi, adalah proses yang disebabkan oleh air laut, disebut juga erosi marine
-          Eksarasi, adalah proses yang disebabkan oleh es, disebut juga erosi glasial
-          Deflasi, adalah erosi yang disebabkan oleh angin, disebut juga korasi
Berdsarkan tingkat kerusakannya, erosi dibedakan menjadi;
-          Erosi percik (splash erosion), adalah erosi yang disebabkan oleh percikan air
-          Erosi embar (sheet erosion), adalah pengikisan lapisan tanah pada suatu tempat yang ketebalannya merata (relatif sama)
-          Erosi alur (rill erosion), adalah erosi yang menyebabkan timbulnya alur-alur sesuai dengan kemiringan lereng. Erosi alur terjadi karena erosi lembar yang berlangsung terus. Erosi alur masih dapat dihilangkan dengan pengolahan tanah
-          Erosi parit (Gully erosion), adalah erosi alur yang semakin efektif, alur yang terbentuk makin dalam sehingga tidak dapat lagi dihilangkan dengan pengolahan tanah
Erosi marine (abrasi) menghasilkan bentuk muka bumi yang bermacam-macam;
-          Cliff, yaitu pantai yang berdinding curam hingga tegak
-          Cave, adalah gua pada cliff
-          Arch, adalah cave yang terhubung dari sisi cliff yang berbeda
-          Stack, adalah tiang batu sisa-sisa cliff yang jauh dari cliff yang baru
-          Stump, adalah stack yang sudah tidak kelihatan di permukaan air laut
-          Relung, adalah cekungan yang terdapat pada cliff
-          Dataran abrasi, area yang luas akibat kikisan air laut
-          Morena, endapan batuan hasil erosi es
-          Batu jamur, sisa erosi yang disebabkan oleh angin
3)      Denudasi


Denudasi atau yang lebih dikenal dengan tanah longsor (land slide) adalah pengelupasan batuan induk yang telah mengalami proses pelapukan. Denudasi biasanya terjadi di lereng-lereng pegunungan karena denudasi sangat dipengaruhi oleh gaya berat batuan itu sendiri. Denudasi terjadi secara mendadak dan sangat cepat.
Peristiwa yang hampir sama dengan denudasi adalah tanah merayap (soil creep). Bedanya soil creep bergerak lambat dan dalam waktu yang lama pada lereng yang tidak begitu curam.
4)      Sedimentasi
Sedimentasi atau pengendapan adalah peristiwa berhentinya material hancuran batuan hasil pelapukan. Sedimentasi bisa terjadi di daratan (sedimen teritis), danau (sedimen limnis), sungai (sedimen fluvial), ataupun pantai/laut (sedimen marine). Bentuk muka bumi hasil sedimentasi antara lain ;
a)      Sedimen Fluvial


sedimen fluvial disebut juga sedimen aquatis, adalah proses pengendapan material yang diangkut oleh air. Bentuk-bentuk sedimentasi fluvial sebagai berikut;
-          Flood plain, merupakan daerah dataran banjir. Menurut tempatnya dibedakan menjadi;
>Tanggul alam, pegunungan yang berada di tepi sungai yang terbentuk karena banjir
>meander bar, adalah endapan yang terdapat pada tikungan meander
>delta bar, adalah endapan yang ada di tengah lembah sungai
-          Tombolo,yaitu tanggul pasir alami yang menghubungkan daratan dengan pulau yang berada di dekat pantai


-          Delta, adalah endapan di muara sungai, baik sungai yang bermuara di danau maupun di laut. Biasanya berbentuk segitiga.
b)      Sedimen Eolis
Sedimen Eolis adalah proses pengendapan material yang dibawa oleh angin. Bentuk hasil sedimen eolis antara lain bukit pasir atau di sebut sand dune. Ada tiga faktor utama yang mempengaruhi macam-macam bentuk sand dune, yaitu kecepatan angin, ketersediaan pasir, dan vegetasi. Contoh bentuk sand dune antara lain;
-          Sand dune parabola, terjadi jika pasir yang dibawa oleh angin melintasi vegetasi
-          Sand dune barchan, terjadi jika bukit pasir itu basah dan berbentuk sabit sehingga terbentuklah danau kecil yang membelakangi datangnya angin
-          Sand dune bintang, terjadi jika angin bertiup dari berbagai arah
-          Sand dune garis, terjadi jika bukit pasir terbentuk searah dengan arah angin


c)       Sedimen Marine
Sedimen marine adalah proses pengendapan dari abrasi yang dibawa oleh air laut dan diendapkan di tepi pantai. Beberapa bentuk sedimen marine adalah sebagai berikut;
-          Beach (pantai), hancuran hasil abrasi diendapkan di sepanjang tepian pantai hingga terbentuklah pesisir
-          Bar, adalah gosong pasir atau kerikil yang terletak pada dasar laut yang di kerjakan oleh ombak dan arus laut
d)      Sedimen glasial
Sedimen glasial adalah proses pengendapan dari eksarasi atau aktivitas glasial atau aliran es.

MENGENAL JENIS BATUAN
batu bumi
Kulit bumi terdiri atas zat-zat padat yang disebut batuan. Bumi kita tersusun atas berbagai jenis batuan bumi. Batuan tersebut mempunyai jenis dan sifat yang berbeda-beda sesuai dengan cara terjadinya/pembentukannya. Berdasarkan proses terjadinya dan tempat terbentuknya, jenis-jenis batuan bumi dapat diklasifikasikan ke dalam 3 bagian, yaitu:


Batuan Beku 
Batuan beku terjadi dari magma cair pijar yang rnernbeku karena mengalami pendinginan (penurunan temperatur).
Berdasarkan tempat terjadinya, batuan beku dapat dibedakan menjadi tiga macam.
1. Batuan beku dalam atau batuan beku plutonis: Batuan ini membeku pada daerah jauh di permukaan bumi. Contoh: granit, diorit, bathol it, dan lakolit.

2. Batuan beku korok ataugang atau batuan beku hypoabsis: Batuan ini juga disebut batuan hypoabsis, biasanya terjadi pada celah-celah atau pipa magma gunung berapi. Contoh: granitporfiris dan diorit profiris,

3. Batuan beku luar atau batuan beku efusit: Magma yang keluar dari dapur magma dan sampai di permukaan bumi disebut lava. Contoh: obsidian dan batu apung, scoria, basalt, andesit, dan riolit.
Batuan Endapan atau Sedimen

Batuan Sedimen
Batuan ini dibentuk karena pengaruh peristiwa alam atau proses kimia (pelapukan). Hasil pelapukan yang mengendap inilah yang disebut batuan endapan. Berdasarkan proses pengendapannya, batuan sedimen dikelompokkan sebagai berikut.
1. Batuan sedimen klastik adalah batuan sedirnen yang susunan kimianya sama dengan susunan kimia batuan       asal.
2. Batuan sedimen kimiawi adalah batuan yang terjadi karena proses kimia. Misalnya pelarutan, penguapan, oksidasi, dehidrasi, dan sebagainya. Salah satu contoh akibat proses kimia ini adalah terbentuknya stalaktit dan stalakmit,     
3. Batuan sedimen organik adalah batuan sedimen yang terjadi karena selama proses pengendapannya mendapat bantuan dari organisme.

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya, batuan sedimen diklasifikasikan sebagai berikut.
1. Batuan sedimen aeolik (aerik) diangkut oleh tenaga angin. Contoh: tanah los, tanah pasir, tanah tuff.
2. Batuan sedimen akuatik diangkut oleh air mengalir. Contoh: tanah liat, tanah pasir, dan batu pasir.
3. Batuan sedimen glacial diangkut oleh gletser/es. Contoh: moraina.
4. Batuan sedimen marin diangkut oleh tenaga air laut. Contoh: tanah pasir, tanah gunung pasir, tanah los.

Berdasarkan tempat pengendapannya, batuan sedimen dikelompokkan sebagai berikut. 
1. Batuan sedimen teristris adalah batuan sedimen yang diendapkan di darat. Contoh: tanah los, batu pasir, tanah pasir, dan tuff.
2. Batuan sedimen marine adalah batuan sedimen yang diendapkan di laut, selat, teluk, dan lautan. Contoh: batu kapur, batu karang, dan batu garam.
3. Batuan sedimen limnis adalah batuan sedimen yang diendapkan di rawa-rawa atau danau. Contoh: tanah rawa dan tanah gambut.
4. Batuan sedimen fluvial adalah batuan sedimen yang diendapkan di sungai-sungai. Contoh: pasir dan tanah liat.
5. Batuan sedimen glasial adalah batuan sedimen yang diendapkan pada daerah-daerah yang mengalami padang es atau gletser. Contoh: batu lim dan morein.

Batuan Malihan atau Metamorf 

Batuan malihan atau metamorf adalah batuan yang terbentuk karena proses metamorfosis atau perubahan. Faktor penting yang berperan dalam proses pembentukan batuan malihan adalah tekanan besar, suhu tinggi, dan waktu lama. 

Berdasarkan penyebabnya, batuan malihan dibedakan sebagai berikut:
1. Batuan malihan termik, terjadi karena meningkatnya suhu yang sangat besar. Contoh: batu pualam (marmer) dan batu antrasit.
2. Batuan malihan dinamik, terjadi karena meningkatnya tekanan sebagai akibat gaya tektonik. Contoh: batu bara, batu sabak, dan batu pasir.
3. Batuan malihan pneumatolisi kontak, terjadi karena rneningkatnya suhu yang sangat besar disertai menyusupnya magma ke dalam batuan. Contoh: topas, batu permata, azurit mineral, dan turmalin.